Program Diploma Sistem Terbuka

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupaya mendorong perguruan tinggi untuk selalu meningkatkan mutu pembelajaran dan lulusannya melalui beragam pendekatan. Jenis pendidikan tinggi terdiri dari Pendidikan Akademik, Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Profesi.
Pendidikan vokasi sebagai bagian dari Pendidikan Tinggi yang menyelenggarakan program diploma diharapkan dapat menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan. Sejalan dengan itu, Kemenristekdikti telah menerbitkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia nomor 54 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Program Diploma Dalam Sistem Terbuka pada Perguruan Tinggi. Penerapan sistem ini diharapkan mampu menjawab dinamika kebutuhan pekerja pada sektor dunia usaha dan industri tanpa menghalangi tujuan pembelajaran di pendidikan tinggi. Pendidikan vokasi dapat diselenggarakan oleh perguruan tinggi melalui program diploma dalam sistem terbuka dengan fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian pendidikan, sebagai bagian dari multy entry multy exit system.


Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi, mutu lulusan serta penguatan link and match perguruan tinggi dan industri. Dalam rangka mendukung implementasi kebijakan tersebut, Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemendikbud, berupaya menyusun buku Panduan Penyelenggaraan Program Diploma Dalam Sistem Terbuka untuk Pilihan dan Waktu Penyelesaian Program sebagai acuan penyelenggaraan program, khususnya bagi Perguruan Tinggi, dan bagi masyarakat secara umum. Panduan tersebut dapat diperoleh disini

Rapat Tinjauan Manajemen dan Penutupan Audit Akademik Internal SPMI-PT Tahap II 2018


Rapat Tinjauan Manajemen dilakukan oleh manajemen secara berkala dua kali setahun dengan tujuan untuk meninjau kinerja sistem manajemen mutu, dan kinerja pelayanan dari unit kerja dan program studi di lingkungan PNUP untuk memastikan kelanjutan, kesesuaian, kecukupan dan efektivitas sistem manajemen mutu dan sistem pelayanan.
Rapat ini dibuka oleh Direktur PNUP Ir. Muhammad Anshar, M.Si. Ph.D.
Dalam sambutannya, Direktur PNUP berkomitmen agar setiap temuan audit dipastikan harus ditindaklanjut agar kualitas manajemen di segala aspek terjaga bahkan harus ditingkatkan sehingga akreditasi A bisa terpenuhi.
Kepala Pusat Penjaminan Mutu (PPM) Ir. Muhammad Rusdi, M.T. menyatakan bahwa beberapa temuan audit ditemukan yaitu:
1. Temuan penyusunan visi dan misi yang tidak sesuai seperti tidak dilibatkannya dosen, mahasiswa, tenaga pendidikan alumni dan masyarakat dalam kepanitiaan penyusunan visi misi.
2. Dalam rapat jarang membuat notulen rapat
3. Visi misi institusi belum disosialisasikan akibatnya kurang yang memahami visi misi tsb
4. Prodi harus menyusun statuta dan Renstra
5. Prodi baru belum menunjukkan profil kompetensi lulusan
6. Kegiatan PBM tdk berpedoman kepada standar dan SOP
7. Admin SIMAK yang kurang
8. Peralatan di laboratorium yang minim

Sementara itu, saran yang diberikan kepada unit PPM antara lain
1. Audit seluruh 24 standar supaya siap untuk pembuatan borang
2. kaprodi perlu dilibatkan menjadi auditor
3. Perlu juga SOP penetapan visi misi dan kurikulum
4. mencetak buku SOP untuk 25 prodi