RKT 2021

Direktur PNUP. Prof. Ir. Muhammad Anshar, M.Si.,Ph.D

Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali menggelar Rapat Pleno dalam rangka Rapat Kerja Tahunan (RKT 2021) dengan mengangkat tema” Sinergitas Civitas Akademika dan Tenaga Kependidikan Menghadapi Disruptif Pendidikan Tinggi Era Revolusi Industri 4.0”  RKT 2021 ini berlangsung selama 3 hari mulai 10 – 13 Januari 2020 bertempat di Hotel Citadines Royal Bay.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dimana sebelumnya (27-28 Desemnber 2019) telah diadakan rapat pleno untuk membahas usulan program kerja dan anggaran dari masing-masing Jurusan, Program Studi, Pusat dan Unit Pelaksana Teknis yang ada di lingkungan PNUP.

Direktur PNUP, Prof. Ir. Muhammad Anshar Ph.d dalam sambutannya berharap agar dari rapat pleno RKT 2021 ini diperoleh rumusan konsep perencanaan dan pengembangan PNUP ke depan mengingat politeknik merupakan penyelenggara pendidikan terapan yang menyediakan tenaga terampil jenjang diploma maupun sarjana terapan yang dapat berperan secara optimal sesuai harapan dari kalangan dunia usaha dan industri serta dunia kerja. Termasuk perencanaan penyiapan lahan untuk Rusunawa yang akan dibangun oleh Kementrian PUPR serta penyiapan DED (Detail Engineering Design) untuk pembangunan gedung Kuliah Jurusan Teknik Mesin. Selain itu beberapa prioritas yang akan dibangun adalah pembangunan Bengkel Listrik yang sudah direncanakan sejak lama namun belum bisa terealisasi. Selain itu direncanakan pembenahan Gerbang dan jalan masuk 2 jalur, pagar keliling dan pembenahan Direktorat.

Materi Oleh Dr. Ir. Agus Indarjo, M.Phil

Terkait program akademik, tetap mengacu ke perjanjian Kinerja Direktur dan Kementrian seperti di tahun sebelumnya. Peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK), peningkatan Mutu, relevansi dan daya saing, penguatan pendidikan vokasi dan pembukaan jenjang S2 Terapan, Peningkatan Dosen dengan jabatan Guru Besar dan Lektor kepala.

Pak Hadi, Pemateri dari Staf Biro Perencanaan & Anggaran

Dalam laporannya, ketua panitia RKT 2021 Drs. Amri, M.Hum melaporkan bahwa peserta raker kali ini sengaja mengundang semua anggota BPHS Senat serta semua anggota SPI agar dapat ikut memberi masukan terhadap usulan program kerja eksekutif baik terkait akademik ataupun penunjang akademik. Disamping itu, Ketua Panitia Raker menghadirkan beberapa pemateri dari Kemendibud yaitu Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi (Dr. Ir. Agus Indarjo, M.Phil), Direktur Sarana dan Prasarana (Dr. Mohammad Sofwan Efendi, M.Ed) sarpras) serta Staf Biro Perencanaan Dan Anggaran (Nafiron Musfiqin Uddin dan Pak Hadi). Secara umum, sidang pleno merupakan puncak dari seluruh rangkaian rapat komisi yang telah dilaksanakan. Selain bertujuan untuk merancang program kerja dan rencana kinerja di tahun 2021, sidang pleno juga bertujuan mengevaluasi program kerja sebelumnya termasuk realisasi anggaran dan koordinasi pelaporannya dalam bulan ini.

MATERI PEMATERI RAKER 2021

Evaluasi Diri dan Bahan Perencanaan Kinerja PNUP disini

Kebijakan dan Strategi Pendanaan Sarana dan Prasarana disini

Penyusunan Program dan Anggaran disini

Penyusunan Program dan Anggaran (lanjutan) disini


Rapat Tinjauan Manajemen dan Penutupan Audit Akademik Internal SPMI-PT Tahap II 2018


Rapat Tinjauan Manajemen dilakukan oleh manajemen secara berkala dua kali setahun dengan tujuan untuk meninjau kinerja sistem manajemen mutu, dan kinerja pelayanan dari unit kerja dan program studi di lingkungan PNUP untuk memastikan kelanjutan, kesesuaian, kecukupan dan efektivitas sistem manajemen mutu dan sistem pelayanan.
Rapat ini dibuka oleh Direktur PNUP Ir. Muhammad Anshar, M.Si. Ph.D.
Dalam sambutannya, Direktur PNUP berkomitmen agar setiap temuan audit dipastikan harus ditindaklanjut agar kualitas manajemen di segala aspek terjaga bahkan harus ditingkatkan sehingga akreditasi A bisa terpenuhi.
Kepala Pusat Penjaminan Mutu (PPM) Ir. Muhammad Rusdi, M.T. menyatakan bahwa beberapa temuan audit ditemukan yaitu:
1. Temuan penyusunan visi dan misi yang tidak sesuai seperti tidak dilibatkannya dosen, mahasiswa, tenaga pendidikan alumni dan masyarakat dalam kepanitiaan penyusunan visi misi.
2. Dalam rapat jarang membuat notulen rapat
3. Visi misi institusi belum disosialisasikan akibatnya kurang yang memahami visi misi tsb
4. Prodi harus menyusun statuta dan Renstra
5. Prodi baru belum menunjukkan profil kompetensi lulusan
6. Kegiatan PBM tdk berpedoman kepada standar dan SOP
7. Admin SIMAK yang kurang
8. Peralatan di laboratorium yang minim

Sementara itu, saran yang diberikan kepada unit PPM antara lain
1. Audit seluruh 24 standar supaya siap untuk pembuatan borang
2. kaprodi perlu dilibatkan menjadi auditor
3. Perlu juga SOP penetapan visi misi dan kurikulum
4. mencetak buku SOP untuk 25 prodi